Chat with us, powered by LiveChat
Menu

Tragedi Messi dan Ronaldo di Piala Dunia 2018

July 1, 2018 - Berita bola
Tragedi Messi dan Ronaldo di Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 , Lionel Messi, Cristiano Ronaldo 

Sukaprediksi.com – Dua pemain bintang, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, harus pulang lebih awal dari Rusia setelah tim masing-masing tersingkir pada babak 16 besar Piala Dunia 2018, Sabtu dan Minggu dinihari tadi, 30 Juni serta 1 Juli.

Keduanya sama-sama sebagai kapten tim. Sabtu lalu di Kazan Arena, Messi dan kawan-kawan dari Argentina dikalahkan Prancis 4-3. Beberapa jam kemudian di Stadion Fisht, Sochi, Ronaldo cs ditaklukkan Uruguay 2-1.

Pada usia keduanya, yaitu Messi 31 tahun dan Ronaldo 33, pergelaran di Rusia ini mungkin menjadi penampilan mereka yang terakhir pada Piala Dunia.

Kemungkinan tersebut akan menjadi sisi yang tragis dari dua pemain yang memonopoli penghargaan pemain terbaik di dunia dalam 10 tahun terakhir.

Jika penyerang Barcelona Messi -yang sebelumnya pernah mengundurkan diri dari tim Argentina 2016- tidak tampil pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ia akan mengakhiri kariernya tanpa meraih sebuah trofi utama buat negaranya.

Setelah meraih medali emas bersama Argentina pada Olimpiade 2008 di Beijing, banyak penggemar sepak bola berharap Messi bisa membawa negaranya memenangi Piala Dunia atau minimal Copa America atau Piala Amerika Selatan.

Tapi, meski memiliki bakat dan keterampilan bermain sepak bola yang istimewa serta didukung sejumlah pemain hebat, Messi dan kawan-kawan tetap belum bisa meraih trofi Piala Dunia. Messi cs terhenti pada perempat final dua kali pada 2006-2010, dikalahkan Jerman 1-0 pada final empat tahun lalu di Brasil, dan kini dihentikan Prancis 4-3 pada 16 besar.

Adapun bintang Real Madrid, Ronaldo, gagal lagi membawa Portugal meraih prestasi mengesankan pada Piala Dunia setelah mereka menjuarai Piala Eropa untuk pertama kali pada 2016.

Ronaldo masih menjadi figur sentral dan Pelatih Portugal, Fernando Santos, berharap ia akan terus membela tim nasional dan menolongnya untuk membina generasi pemain baru.

“Cristiano masih memiliki banyak hal yang bisa diberikannya ke sepak bola. Masih ada sebuah turnamen September mendatang, Liga Nasional Eropa (UEFA). Kami berhadap ia bersama kami untuk menolong para pemain muda berkembang,” kata Santos.

Messi dan Ronaldo tak pernah mencetak gol buat timnya pada babak knockout atau babak gugur Piala Dunia.

Tapi, pada fase grup pada Piala Dunia 2018, yang berlangsung dengan sistem setengah kompetisi, Ronaldo masih sempat mempertontonkan kemahirannya.

Ronaldo memborong tiga gol dalam satu pertandingan atau mencetak hat-trick untuk menyelamatkan Portugal dari ancaman kekalahan melawan Spanyol pada partai pembukaan. Ia menyamakan skor 3-3 dengan tendangan bebas yang brilian.

Ronaldo juga mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 Portugal melawan Maroko.

Penampilan Messi di Piala Dunia 2018 di bawah kualitas Ronaldo. Ia mengambil posisi lebih dalam di lini tengah dan tak menjadi inspirator tim sebagaimana biasanya. Ia juga gagal mencetak gol dari eksekusi penalti pada partai pembukaan melawan Islandia yang berakhir dengan skor 1-1.

Satu momen yang dikenang sebagai warisan keterampilan Messi adalah saat ia membobol gawang Nigeria setelah mengontrol bola dengan pahanya.

 

Powered by Live Score & Live Score App