Chat with us, powered by LiveChat
Menu

Melakukan Comeback Sensasional,Tanda Belgia Juara Piala Dunia 2018 ?

July 3, 2018 - Berita bola
Melakukan Comeback Sensasional,Tanda Belgia Juara Piala Dunia 2018 ?

Piala Dunia 2018 , Timnas Belgia , Berita Bola

Sukaprediksi.com – Menghadapi Jepang,Belgia menang tipis 3-2 setelah lebih dulu ketinggalan dua gol.Namun,Eden Hazard dan kawan-kawan dengan sangat luar biasa menunjukkan kekuatan mereka di babak 16 besar Piala Dunia 2018 ini.

Timnas Belgia ketinggalan dulu 0-2 dari Jepang,namun Roberto Martinez,memutuskan untuk memasukkan Fellaini dan Nacer Chadli di menit ke 65,Fellaini pun mencetak gol penyama skor sebelum Chadli juga mencetak gol kemengan pada masa injury time menit ke empat.

Jepang di 45 menit babak pertama sudah berada di jalur membuat kejutan dan kemenangan yang akan dikenang setelah Genki Haraguchi mencetak gol yang membuat Jepang unggul 1-0.

Takashi Inui membuat gol yang merubah skor menjadi 2-0 ketika tembakannya dari jarak 25 yard tak mampu dibendung oleh Courtois.Skor 2-0 ini membuat satu-satu nya wakil asia yang masih bertahan ini untuk menembus perempat final pertama bagi mereka.

Ketinggalan dua gol dan performa tim yang mengecewakan,Roberto Martinez memilih memasukkan Fellaini dan Nacer Chadli untuk mengejar ketertinggalan.

Setelah Jan Vertoghen mencetak gol sundulan untuk memperkecil ketinggalan,Belgia kembali ke permainan,disusul gol dari Fellaini untuk penyeimbang skor 2-2,dan pada masa injury time Chadli mencetak gol kemenangan memanfaatkan umpan Thomas Meunier hasil serangan balik.Hasil ini pun membuat Belgia menjadi korban kejutan-kejutan tim yang sudah lebih dulu tersingkir.

Timnas Belgia memiliki nama-nama pemain seperti Eden Hazard, Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku hingga Thibaut Courtois yang bermain di Premier League dan tak perlu lagi diragukan kebintangan mereka. Sekarang mereka tak terkalahkan dalam 23 pertandingan, tapi selalu ada pertanyaan yang mengiringi mereka terutama pertanyaan mengenai seberapa cerdas mereka secara taktik atau bagaimana generasi emas itu tak bisa menduplikasi mental pemenang mereka ketika memperkuat tim nasional.

Martinez dan para pemainnya akan merasa setelah ini bahwa mereka sebagian sudah menjawabnya, menjawab keraguan, dan mendapatkan sebuah kemenangan sejati, setelah tampak mati dan terkubur setelah satu jam.

Selama 60 menit di Rostov, Eden Hazard dkk memang seperti dibuat mati kutu ketika harus dihadapkan pada tembok pertahanan kokoh yang dibangun oleh Jepang.

Namun sebuah sundulan jauh dari Vertonghen yang membuat skor menjadi 1-2 merupakan titik balik permainan Setan Merah. Sundulan Vertonghen dari jarak 20 meter itu menjadi gol sundulan terjauh di Piala Dunia yang tercatat di buku rekor sejak 1966.

Kemudian para pengganti unjuk gigi. Fellaini, yang baru saja menandatangani kesepakatan baru bersama Manchester United pekan lalu, mampu menyongsong umpan Hazard untuk menyamakan skor setelah 74 menit.

Dan gol penentu kemenangan adalah sebuah upaya tim yang nyata. Kiper Courtois menggulirkan bola ke De Bruyne, yang kesulitan selama 90 menit tetapi memberikan hidupnya ketika negaranya membutuhkannya.

Playmaker Manchester City membawa bola sejauh 60 yards sebelum memberi umpan pada Meunier, yang selanjutnya umpan silangnya dilangkahi oleh Lukaku, dan Chadli berada di sana untuk mengarahkannya ke gawang tanpa kesulitan.

Lukaku telah mencetak 17 gol dalam 11 pertandingan Belgia sebelumnya, tetapi keputusannya untuk tidak menembak pada kesempatan ini mungkin terbukti lebih penting daripada yang lainnya.

Setelah kemenangan dramatis ini, Belgia diyakini akan menunjukkan semangat dan tekad besar mereka di turnamen besar.

Dua turnamen terakhir mereka -Piala Dunia 2014 dan Euro 2016- keduanya berakhir di perempat final. Setan Merah, yang belum pernah memenangkan turnamen besar, akan bertekad untuk setidaknya melangkah satu langkah lebih jauh saat ini. Tetapi ada satu masalah besar.

Pertandingan mereka berikutnya adalah melawan favorit untuk memenangkan turnamen, pemilik lima trofi Piala Dunia, Brasil, pada hari Jumat di Kazan. Pemenang pertandingan itu akan menghadapi juara dunia 1998 Prancis atau pemilik dua trofi juara, Uruguay untuk berebut tempat di final.

Belgia sendiri tak harus mengeluh atau mengingat-ingat andai mereka tak menang di pertandingan terakhir penyisihan grup melawan Inggris, mereka akan memiliki rute yang lebih mudah. Karena, bila ingin menjadi juara, Belgia harus menggali diri lebih dalam, melawan tim terbaik dan mewujudkan ekspektasi publik kepada generasi emas mereka.

“Belgia harus menggali lebih dalam dari dalam dan mereka melakukannya dengan sangat baik,” kata Chris Sutton dari BBC Radio 5 live seusai pertandingan melawan Jepang.

Tak ada keluhan lebih banyak dari pelatih Roberto Martinez usai pertandingan. “Tak ada yang negatif hari ini, ini adalah tentang melaju ke babak selanjutnya.”

“Ini adalah sebuah hari di mana saya sangat bangga kepada para pemain ini. Tetap percaya pada Belgia. Di Piala Dunia anda ingin sempurna, tapi ini soal melaju, ini soal kemenangan,” tutupnya.

Setelah ini, semua terserah pada Belgia bagaimana mereka melanjutkan momentum ini. Mampukah Belgia?

Powered by Live Score & Live Score App