Menu

Kroasia Vs Prancis : 90 Menit Penentuan Dan Bersejarah

Juli 15, 2018 - Berita bola
Kroasia Vs Prancis : 90 Menit Penentuan Dan Bersejarah

Piala Dunia 2018 , Timnas Kroasia , Timnas Prancis

Sukaprediksi.com – ​​Prancis akan melawan Kroasia dalam laga final Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, Moskow, Ahad malam, 15 Juli 2018. Pertandingan akan berlangsung mulai pukul 22.00 WIB.

Prancis, yang sudah pernah juara sekali, lebih diunggulkan di laga ini. Tapi, Kroasia juga dinilai bisa kembali meneruskan kejutannya dan merebut gelar juara pertamanya.

Kesuksesan Kroasia melaju ke final jauh dari prediksi banyak pihak. Bahkan, lolosnya Luka Modric dan kawan-kawan dari penyisihan grup dengan predikat juara—meraih tiga kemenangan—sudah sangat mengejutkan.

Namun skuad asuhan Zlatko Dalic itu tak mau setengah-setengah. Kini mereka bertekad menyuguhkan kejutan terbaru dan terdahsyat di laga akhir Piala Dunia 2018, yakni munculnya juara baru. Pelatih Dalic mengatakan timnya akan bertempur mati-matian demi mengalahkan Prancis di Stadion Luzhniki, besok.

“Ini adalah 90 menit paling menentukan dan bersejarah bagi kami. Inilah kesempatan emas kami, dan kami akan berjuang maksimal,” kata Dalic.

Meski menghadapi laga paling menegangkan, Dalic optimistis skuadnya tetap berfokus dan tak canggung. Dalic sudah meminta skuad The Blazers untuk tampil seperti biasa: tak kenal takut, bermain lepas, dan ngotot tak mau menyerah.

“Saya ingin para pemain bermain dengan tenang dan menikmati laga final ini. Jika mereka bermain nyaman, kualitas terbaik akan muncul,” kata mantan pelatih Al Ain itu.

Soal strategi, Dalic menyebutkan timnya akan bermain menyerang dengan skema andalan 4-2-3-1 atau 4-1-4-1, dengan menyisakan ujung tombak Mario Mandzukic di depan. Dalic sadar skuadnya akan menantang tim kuat di semua lini seperti Prancis. Namun Kroasia tak punya cara lain kecuali menyerang.

“Gaya permainan saya cuma satu, menyerang. Saya bukan pelatih spesial bertahan. Oke, kalau di beberapa laga kami lebih sering bertahan, tapi kami tetap balas serangan,” kata Dalic.

Kali ini Dalic masih akan mengandalkan gelandang serang Ivan Perisic untuk mengacak-acak kotak penalti tim Ayam Jantan. Perisic menjadi pahlawan bagi kubu Vatreni setelah mencetak satu gol dan satu assist saat mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal. Bisa jadi pemain 29 tahun itu akan kembali menjadi kartu as Kroasia untuk menjungkalkan Prancis.

“Perisic adalah pemain yang yakin akan kemampuannya sendiri. Saya butuh pemain seperti ini. Dia bisa menjadi kunci kami untuk menjuarai Piala Dunia,” kata Dalic.

Sementara itu, Prancis diprediksi bakal bermain dengan pragmatis seperti saat menyingkirkan Belgia di semifinal. Pelatih Didier Deschamps kemungkinan besar akan mempraktikkan strategi bertahan dan memukul sesekali lewat serangan balik. Bukan jenis permainan sepak bola yang indah, namun cukup menjanjikan kemenangan.

Semangat pragmatisme rupanya sudah tertanam di pikiran semua pemain Prancis. Bagi mereka, tak jadi masalah jika mereka diejek bermain pasif atau tak punya nyali bermain terbuka. Yang penting menang. Gelandang Prancis Paul Pogba misalnya.

Sejak awal ia merasa aneh bermain dengan skema lebih banyak bertahan ala Deschamps. Namun setelah menuai hasil maksimal hingga final, Pogba kini senyum-senyum saja.

“Untuk menjadi juara memang butuh pengorbanan. Mungkin inilah cara saya berkorban. Jujur, saya bukan pemain yang ahli soal bertahan. Saya bukan N’Golo Kante yang kuat bertahan,” kata Pogba.

Pogba rela melakukan semua itu. Dia akan melakukannya dengan senang hati demi meraih gelar juara. “Lagi pula mungkin ini bentuk pendewasaan pemain sepak bola,” kata pemain 25 tahun milik Manchester United itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Powered by Live Score & Live Score App