Menu

Inggris Tidak Akan Terpengaruh Mind Games Dari Swedia

Juli 6, 2018 - Berita bola
Inggris Tidak Akan Terpengaruh Mind Games Dari Swedia

Piala Dunia 2018 , Timnas Inggris , Timnas Swedia

Sukaprediksi.com – ​​Nyanyian atau seruan akan kalimat “Football’s Coming Home” sudah berkumandang di Inggris, juga di Rusia yang diucapkan oleh fans Inggris yang ada di sana. Mereka semakin percaya Timnas Inggris bisa mengakhiri penantian titel Piala Dunia yang terakhir diraih pada tahun 1966.

The Three Lions berhasil lolos penyisihan grup dan menang 4-3 melalui drama adu penalti melawan Kolombia di 16 besar. Keyakinan itu semakin membumbung tinggi setelah Inggris mengakhiri kutukan tak pernah menang di fase gugur dalam situasi drama adu penalti.

Tak hanya itu, Inggris berada di bagan yang relatif ‘mudah’ karena hanya akan menghadapi Swedia di perempat final ​Piala Dunia 2018, serta potensi bertemu Rusia atau Kroasia di semifinal. Wajar jika fans Inggris bereuforia saat ini.

Kendati demikian, Inggris masih harus melalui dua fase sebelum bisa masuk ke final. Terdekat, mereka akan melawan Swedia di Samara Arena pada Sabtu, 7 Juli 2018 pukul 21.00 WIB. Inggris diunggulkan di atas kertas.

Swedia pun datang dengan status underdog dan coba memberikan mind games kepada Inggris. Mind games dari Andreas Granqvist dan kawan-kawan itu ditanggapi dengan santai oleh John Stones, bek Inggris.

“Saya ingin mengatakan beberapa hal, tapi saya tak bisa melakukannya. Mereka (Swedia) mencoba memberikan tekanan kepada kami, tetapi mereka ada dalam situasi yang sama dengan kami. Mereka coba merendah, bukan begitu? Mereka tidak akan bisa bersembunyi dari kualitas yang mereka miliki,” tutur Stones, dilansir dari ​Mirror, Jumat (06/07).

“Kita semua tahu kualitas seperti apa yang mereka miliki. Mereka tidak akan ada di tempat mereka saat ini (perempat final) tanpa kualitas dan juga tanpa – rasa lapar yang membawa mereka melangkah sejauh ini. Kita semua harus menghargainya,” sambung bek yang bermain di Manchester City.

Berbeda dari Inggris yang memiliki pemain-pemain dengan kemampuan individu menonjol, Swedia mengandalkan kolektivitas bermain ketika bertahan maupun menyerang. Blagult – julukan Swedia – bermain lebih baik tanpa Zlatan Ibrahimovic.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Powered by Live Score & Live Score App